Cerita Dongeng Anak Islami yang Mendidik buat Buah Hati Tercinta

Ibu, nyatanya terdapat banyak khasiat membacakan cerita dongeng anak islami tidak hanya buat menanamkan nilai agama, lho. Dengan mencermati dongeng islami, sang anak pula dapat meningkatkan serta tingkatkan energi imajinasinya. Tidak hanya itu, keahlian serta kecerdasan berbahasanya juga terasah sebab perkata yang didengar hendak terserap di dalam memorinya.

Telah tidak tabah buat membaca kumpulan cerita dongeng anak islami buat buah hati Kamu? Baca sepenuhnya di dasar ini ya, Bun!

Cerita Dongeng Anak Islami yang Mendidik

Berikut ini merupakan 3 dongeng islami yang dapat Ibu peruntukan rujukan. Ayo, langsung saja disimak!

1. Cerita Nabi Musa AS serta Qorun

Pada era dulu kala kala Nabi Musa a. s. mengetuai Bani Israil, terdapat seseorang pengikutnya yang sangat taat beribadah bernama Qorun. Tiap hari dia cuma beribadah serta tidak mementingkan kehidupan duniawi. Kehidupan keluarganya juga jauh dari kata layak, tetapi dia sangat disegani bagaikan ulama.

Si istri yang bernama Ilza kerap meringik sebab menginginkan kehidupan yang lebih layak. Sampai pada sesuatu hari, terdapat 2 orang pria utusan dari Raja Gholan memberinya hadiah berbentuk duit emas yang sangat banyak. Qorun menolaknya serta berdalih kalau dia tidak memahami Raja Gholan, juga dia tidak sempat membantunya.

Nyatanya kedua utusan itu sukses membujuk istrinya buat menerima hadiah tersebut. Qorun mau marah kepada istrinya, tetapi tidak tega sebab melihatnya begitu bahagia. Dia juga kesimpulannya menerima hadiah tersebut.

Qorun yang saat ini hidupnya berlimpah harta mulai tidak sering melaksanakan ibadah. Terlebih istrinya pula melarang dia buat mendatangi Nabi Musa a. s shofikids .

dengan alibi mereka hidup sulit dikala jadi pengikutnya. Dia juga tidak sempat lagi beribadah serta terus menjadi tengelam dalam urusan duniawi.

Seseorang kawan lamanya berkunjung serta mengingatkannya buat bersedekah atas hartanya. Dengan terpaksa, dia menghadiri Nabi Musa a. s. buat bertanya seberapa banyak zakat yang wajib dia bayar. Nyatanya jumlah yang wajib dibayarnya begitu besar, kemudian timbullah prasangka buruknya terhadap Nabi Musa a. s..

Qorun setelah itu menghasut saudagar lain buat tidak membayar zakat. Dia pula tega buat memfitnah Nabi Musa a. s.. Setelah itu dia berdoa kepada Tuhan serta Dia mendatangkan azab buat Qorun.

Qorun memohon ampun, tetapi seluruhnya telah terlambat. Dia beserta hartanya juga habis ditelan bumi.

Lewat cerita dongeng anak islami ini, Ibu dapat mengarahkan kepada anak buat tidak lalai kala telah diberi kenikmatan oleh Allah. Ibu pula dapat mengajari putra ataupun gadis Kamu buat belajar bersyukur dengan bersedekah.

Tidak permasalahan berapapun jumlahnya, yang terutama merupakan hasrat serta ketulusannya. Sebab dari tiap rezeki kita terdapat bagiannya buat orang lain yang memerlukan. Oke, Bun?

2. Harta Pusaka Terpendam

Dulu kala, hiduplah seseorang petani tua giat yang mempunyai banyak anak. Kanak- kanak petani itu begitu malas apalagi beribadah saja tidak ingin, berbeda dengan bapaknya. Sang petani pilu sebab ia telah terus menjadi tua serta tidak bisa jadi selamanya mendampingi mereka.

Ia kemudian berpikir gimana triknya buat mengganti watak anak- anaknya tersebut. Diberitahulah mereka kalau di ladang ada harta terpendam. Bila mereka bisa menciptakannya, hingga kehidupan mereka hendak terjamin.

Menuruti perkataan si bapak, mereka juga bekerja keras buat menciptakan harta yang diartikan. Walaupun sudah menggali seluruh tanah di ladang itu, mereka senantiasa tidak menciptakan harta terpendamnya. Mereka juga kecewa serta nyaris putus asa.

Tetapi mereka tidak menyudahi begitu saja, salah satu dari mereka beranggapan buat menanam tumbuhan gandum. Setelah itu, ditanamlah gandum tersebut. Sebagian waktu setelah itu, tumbuhan tersebut bisa dipanen serta hasilnya begitu melimpah.

Setelahnya, mereka menanami ladangnya dengan gandum lagi. Mereka bekerja lebih aktif serta menjaga tumbuhan tersebut lebih baik. Pada panen berikutnya, hasil yang mereka terima jadi lebih banyak daripada tadinya.

Kesimpulannya kanak- kanak petani itu juga siuman hendak apa yang dikatakan oleh si bapak. Harta terpendam yang diartikan tidaklah berwujud barang, namun suatu yang wajib diusahakan.

Perilaku buat ingin bekerja keras merupakan salah satu nilai moral yang dapat diambil dari cerita pendek anak islami di atas. Sebab agama Islam juga mengarahkan buat bekerja dengan aktif serta tidak jadi seseorang yang pemalas. Suatu dongeng islami yang penuh arti kan, Bun?

Dari cerita dongeng anak islami tersebut pula dapat mengarahkan Ibu buat tidak sangat memanjakan anak. Sesekali memanjakannya tidaklah sesuatu permasalahan, namun jangan kelewatan. Bukan sebab tidak sayang, hendak namun mengajari serta mendidiknya menimpa kemandirian hendak lebih bermanfaat buat kehidupannya di masa mendatang.

3. Tukang Semir Saleh yang Memperoleh Derajat Haji

Hiduplah seseorang pria miskin yang menjabat bagaikan tukang semir sepatu. Sang tukang semir ini merupakan seseorang yang giat serta tidak sempat lalai buat melaksanakan ibadah. Kehidupannya yang pas- pasan juga, tidak menyurutkan niatnya buat dapat berangkat haji.

Sedikit demi sedikit, dia kumpulkan jerih payahnya buat dapat naik haji. Memanglah memerlukan waktu yang lama, tetapi tukang semir sepatu ini tidak sempat meringik serta senantiasa tabah.

Sampai pada sesuatu hari, uangnya telah terkumpul serta lumayan buat berangkat haji. Seketika, tetangganya yang pula hidup miskin, memohon dorongan buat berobat sebab mengidap sakit parah. Tidak tega melihatnya, dia juga membagikan tabungan naik hajinya buat berobat.

Di tempat lain, terdapat seseorang saudagar kaya dari kampung seberang yang berangkat haji. Kala di Padang Arafah, dia bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW.

Saudagar kaya bertanya,“ siapakah yang ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT?” Dia menanggapi kalau sang tukang semir lah yang jadi seseorang haji mabrur.

Sekembalinya dari tanah suci, dia juga mencari tukang semir sepatu yang diartikan. Betapa terkejutnya ia dikala mengenali yang dicari merupakan seseorang tukang semir sepatu yang miskin. Si saudagar setelah itu bertanya apakah benar sang tukang sepatu sudah naik haji.

Dengan rendah hati sang tukang semir sepatu menanggapi bila dia belum sempat berangkat haji. Bisa jadi, Nabi Muhammad SAW menyebut namanya bagaikan seseorang haji yang mabrur sebab memandang hasrat, kerja keras, serta keikhlasannya.

Dongeng islami yang ketiga ini mengarahkan buat ikhlas kala menolong orang, terlebih dengan seseorang yang sangat memerlukan. Allah tentu hendak ketahui apa yang sudah kita perbuat serta kita hendak memperoleh ganjaran yang setimpal dengan amal kita.

Melalui cerita dongeng anak islami ini, Ibu pula dapat selipkan pelajaran menimpa Rukun Islam. Terdapat 5 Rukun Islam yang wajib diamalkan, salah satunya merupakan naik haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *